Kewarganegaraan

Be a Good Nations

Kewarganegaraan Juni 20, 2009

Filed under: Bahan Ajar — solatpekan @ 7:36 am
Tags: , ,

Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.

Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan (citizenship). Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.

Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan (nationality). Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

Sampul buku Praktik Belajar Kewarganegaraan diterbitkan oleh Center for Civic Education bekerja sama dengan Depdiknas

Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi “kewarganegaraan aktif”, seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. Dari dasar pemikiran ini muncul mata pelajaran Kewarganegaraan (Civics) yang diberikan di sekolah-sekolah.

Daftar isi

[sembunyikan]

//

[sunting] Kewarganegaraan Indonesia

[sunting] Kewarganegaraan Republik Indonesia

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan.

Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah

  1. setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
  2. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
  3. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
  4. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
  5. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
  6. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
  7. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
  8. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  9. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah megara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
  10. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya
  11. anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
  12. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi

  1. anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing
  2. anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan
  3. anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
  4. anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.PASPOR

Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi sebagai berikut:

  1. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
  2. Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia

Di samping perolehan status kewarganegaraan seperti tersebut di atas, dimungkinkan pula perolehan kewarganegaraan Republik Indonesia melalui proses pewarganegaraan. Warga negara asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia dan telah tinggal di wilayah negara Republik Indonesia sedikitnya lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut dapat menyampaikan pernyataan menjadi warga negara di hadapan pejabat yang berwenang, asalkan tidak mengakibatkan kewarganegaraan ganda.

Berbeda dari UU Kewarganegaraan terdahulu, UU Kewarganegaraan tahun 2006 ini memperbolehkan dwikewarganegaraan secara terbatas, yaitu untuk anak yang berusia sampai 18 tahun dan belum kawin sampai usia tersebut. Pengaturan lebih lanjut mengenai hal ini dicantumkan pada Peraturan Pemerintah no. 2 tahun 2007.

Dari UU ini terlihat bahwa secara prinsip Republik Indonesia menganut asas kewarganegaraan ius sanguinis; ditambah dengan ius soli terbatas (lihat poin 8-10) dan kewarganegaraan ganda terbatas (poin 11).

Iklan
 

situs soal KWN Juni 19, 2009

Filed under: Soal — solatpekan @ 12:31 pm
Tags:

bagi yang ingin mendapatkan soal soal yang berhubungan dengan kewarganegaraan. silahkan kunjungi situs-situs  ini

1. soal-soal

 

Silabus

Filed under: Bahan Ajar — solatpekan @ 11:48 am
Tags:

SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SMA

BERDASARKAN STANDAR ISI BSNP 2006

Nama Sekolah :  SMA

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)

Kelas/ Semester           : X / I

Standar Kompetensi    :  1. Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kompetensi

Dasar

Materi Pokok

Indikator

Pengalaman Belajar

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber/ Bahan/ Alat

Jenis Tagihan

Bentuk

Instrs

1.1.Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

1. Pengertian Bangsa dan Unsur Terbentuk-nya negara

  • Mendeskripsikan pengertian bangsa
  • Menguraikan unsur-unsur terbentuknya suatu bangsa
  • Menjelaskan asal mula terjadinya Negara
  • Menguraikan unsur-unsur terbentuknya suatu negara
  • Mengkaji literatur tentang pengertian bangsa, unsur-unsur terbentuknya suatu bangsa, asal mula terbentuk-nya Negara, dan  unsur-unsur terbentuknya suatu negara.
  • Mendiskusikan hasil kajian literatur secara kelompok.
  • Mendeskripsikan hasil kajian kelompok
  • Mempresentasikan hasil diskusi kelompok
  • Mengambil kesimpulan hasil diskusi kelas
  • Tes
  • Non-tes

Tertulis : essay

Lembar Pengamatan (penilaian afektif)

2×45

1. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X untuk SMA

2. Tata Negara untuk SMU Kelas 3.

3. Dasar-dasar Ilmu Politik

 

Kurikulum 2004

Filed under: Bahan Ajar — solatpekan @ 11:14 am
Tags: ,

ada sedikit tambahan bagi kalian anak-anakq.. bisa kalian baca kurikulum tahun 2004 ini.. sekedar info aja!!

Silahkan Klik DISINI

terimakasih

 

MANOHARA….

Filed under: Lain-lain — solatpekan @ 11:06 am
Tags: , ,

Manohara Diminta Pilih Status Kewarganegaraan

Rabu, 22 April 2009 – 11:19 wib

Muhammad Saifullah – Okezone

JAKARTA – Departemen Luar Negeri mendesak agar Manohara Odelia Pinot memilih status kewarganegaraannya. Apakah tetap sebagai WNI atau Warga Negara Amerika Serikat.

Itu apabila informasi yang menyebutkan bahwa Manohara memiliki dua paspor, benar. Sebelumnya kakak Manohara, Dewi Sari Asih, mengaku adiknya memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Indonesia dan Amerika Serikat.

Sementara itu, negara Indonesia tidak mengadopsi sistem dwi kewarganegaraan. “Kecuali bagi anak dari pasangan asing,” terang Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada okezone di Jakarta, Rabu (22/4/2009).

Pasangan asing, muncul apabila ada pernikahan secara sah antara warga negara Indonesia dan warga negara asing. “Namun apabila anaknya sudah dewasa, maka dia diharuskan memilih status kewarganegaraannya,” ujarnya.

(ful)

 

Selamat Datang di dunia Baru..

Filed under: Lain-lain — solatpekan @ 11:01 am
Tags: ,

Bagi kamu yang sudah mendapatkan pengumuman Unas.. dan dinyatakan lulus..  (alhamdulilah). Ibu  Ucapkan selamat dan semoga sukses.  kejar SNMPTN sampai keinginan kamu terwujud… Ibu doakan Perguruan tinggi yang kalian idam-idamkan segera terwujudkan.. but… U must Work Hard!!!!

Selamat

 

Hello world!

Filed under: SMAN 6 Surabaya — solatpekan @ 12:23 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!